MEMAKNAI PERJUMPAAN
LUKAS 19:1-10
1.
Saat teduh
2.
Bernyanyi :
KJ. No. 4:1-2
3.
Doa pembuka :
4.
Bernyanyi : KJ. No. 15:1-2
5.
Renungan :
LUKAS 19:1-10
(Bahan
Renungan)
I.
Pendahuluan
Injil
Lukas diyakini ditulis oleh dokter Lukas sekitar tahun 200. Injil Lukas menerangkan keberpihakan Yesus
pada semua kalangan namun Injil Lukas lebih menankan kepada kaum miskin dan
tertindas. Melalui Lukas 19:1-10 ini, kita hendak melihat bagaimana hubungan
Yesus terhadap Zakheus yang pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai pemungut
cukai. Zakheus merupakan orang kaya. Ketika Yesus masuk ke kota Yerikho dan
berjalan menyusuri kota tersebut, Zakheus yang mendengar nama Yesus dari
masyarakat penasaran dan ingin bertemu dengan Yesus. Namun karena orang-orang
ramai ingin melihat Yesus, menyebabkan Zakheus yang bertubuh pendek tidak dapat
melihat Yesus, sehingga ia memutuskan untuk melihat Yesus dengan cara memanjat
pohon ara. Tanpa diduga-duga oleh zakheus Yesus melihatnya di atas pohon dan
memintanya turun dari pohon tersebut, karena Yesus akan singgah di rumahnya.
Sehingga orang-orang yang ada disekitar itu bersungut-sungut akan tindakan
Yesus.
II.
Pembahasan
Ada
3 hal menarik yang dapat kita lihat dari kisah zakheus tersebut, yaitu Keinginan
melihat Yesus, keinginan Zakheus sangat besar bertemu dengan Yesus,
yang mana Zakheus hanya mendengar-dengar cerita tentang Yesus dari orang-orang.
Cara
Melihat, ada hal menarik ketika Zakheus memilih untuk memanjat pohon
ara, jika kita lihat dari keadaan ekonominya mungkin bisa saja Zakheus
memerintahkan semua orang untuk menjauh dari Yesus agar dia bisa melihat Yesus,
karena pada saat itu dia termasuk orang yang ditakuti oleh masyarakat. Namun ia
lebih memilih memanjat pohon daripada menggunakan kekuasaannya untuk
kepentingan pribadinya. Penerimaan,
ketika Yesus memberitahukan kepada Zakheus bahwa Yesus akan singgah dirumahnya,
Zakheus sangat senang. Sukacita luar biasa yang ia rasakan sehingga sebagai
bukti sukacitanya, ia akan membagikan setengah hartanya kepada kaum miskin dan
mengembalikan 4 kali lipat uang-uang orang yang telah di zarahnya selama ini.
Sebagai
orang Kristen tentunya kisah Zakheus sangatlah menarik untuk kita hidupi. Kita
kita melihat keadaan saat ini, kebanyakan orang susah untuk berjumpa kepada
Yesus(melalui peribadahan), keinginan untuk bersekutu dengan Tuhan semakin hari
semakin kecil, manusia disibukkan dengan hal-hal duniawi(pekerjaan).
KEMERDEKAAN
IMAN VS POLA HIDUP YANG MEMENJARAKAN, Pola hidup umat
manusia seakan-akan memenjarakan iman dan kepercayaannya kepada Tuhan. Kendala
bagi orang-orang yang ingin kembali kepada Tuhan, merasa dirinya tidak layak
lagi menghadap Tuhan, sehingga dia larut dalam hidup penuh dosa. Kita
seakan-akan membatasi kasih karunia Tuhan kepada kita umatnya, kita mengukur
kasih karunia Allah dengan pikiran kita sendiri. Sebagaimana Zakheus memberikan
hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan dan meninggalkan pola hidup yang membuat dia
jauh dari Tuhan. Buah dari kepercayaannya akan Yesus diwujudnyatakannya dalam
bentuk pertobatan(penyerahan diri) secara totalitas, tidak dengan setengah
hati. Demikian juga dengan kita kader-kader GMKI, kita mengaku bahwa kita
mengenal dan hidup dalam Tuhan, namun apakah sudah secara totalitas atau masih
setengah-setengah?
Diskusi:
a.
Sebagai
kader GMKI, apa dapat kita lakukan pada saat ini agar dapat berjumpa dengan
Tuhan?
b.
Melalui
nats tersebut, apa yang dapat kita refleksikan dalam kehidupan kita ber-GMKI?
III.
Kesimpulan
Kasih
karunia Tuhan Yesus Kristus merupakan hak semua orang yang percaya kepadaNya.
Orang yang berpengharapan dan berkeinginan hidup dalam Kasih Karunia dan
menyerahkan dirinya kapada Tuhan, akan menerima kasih karunia tersebut. Yesus
datang kedunia adalah untuk menyelamatkan orang yang berdosa. Keinginan kita
untuk berjumpa dengan Tuhan, cara kita bertemu dengan Tuhan, penerimaan kita,
tentunya hal ini akan terlihat dari pola hidup kita yang hidup dalam TUHAN.
“Tabib
ada untuk menyembuhkan orang sakit, bukan untuk menyembuhkan orang sehat”
6.
Bernyanyi :
KJ. No. 39:1
7.
Doa Syafaat :
8.
Bernyanyi :
KJ. No 57:1-2
9.
Doa Penutup
Tinggi
Iman,
Tinggi
Ilmu,
Tinggi
pengabdian,
UT
OMNES UNUM SINT,
SYALOM….
TUHAN MEMBERKATI..!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar