Jumat, 31 Maret 2017

Bahan PA GMKI



MEMAKNAI PERJUMPAAN
LUKAS 19:1-10
1.    Saat teduh
2.    Bernyanyi             : KJ. No. 4:1-2
3.    Doa pembuka       :
4.    Bernyanyi             : KJ. No. 15:1-2
5.    Renungan             : LUKAS 19:1-10
(Bahan Renungan)
I.              Pendahuluan
Injil Lukas diyakini ditulis oleh dokter Lukas sekitar tahun 200.  Injil Lukas menerangkan keberpihakan Yesus pada semua kalangan namun Injil Lukas lebih menankan kepada kaum miskin dan tertindas. Melalui Lukas 19:1-10 ini, kita hendak melihat bagaimana hubungan Yesus terhadap Zakheus yang pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai pemungut cukai. Zakheus merupakan orang kaya. Ketika Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan menyusuri kota tersebut, Zakheus yang mendengar nama Yesus dari masyarakat penasaran dan ingin bertemu dengan Yesus. Namun karena orang-orang ramai ingin melihat Yesus, menyebabkan Zakheus yang bertubuh pendek tidak dapat melihat Yesus, sehingga ia memutuskan untuk melihat Yesus dengan cara memanjat pohon ara. Tanpa diduga-duga oleh zakheus Yesus melihatnya di atas pohon dan memintanya turun dari pohon tersebut, karena Yesus akan singgah di rumahnya. Sehingga orang-orang yang ada disekitar itu bersungut-sungut akan tindakan Yesus.

II.           Pembahasan
Ada 3 hal menarik yang dapat kita lihat dari kisah zakheus tersebut, yaitu Keinginan melihat Yesus, keinginan Zakheus sangat besar bertemu dengan Yesus, yang mana Zakheus hanya mendengar-dengar cerita tentang Yesus dari orang-orang. Cara Melihat, ada hal menarik ketika Zakheus memilih untuk memanjat pohon ara, jika kita lihat dari keadaan ekonominya mungkin bisa saja Zakheus memerintahkan semua orang untuk menjauh dari Yesus agar dia bisa melihat Yesus, karena pada saat itu dia termasuk orang yang ditakuti oleh masyarakat. Namun ia lebih memilih memanjat pohon daripada menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya.  Penerimaan, ketika Yesus memberitahukan kepada Zakheus bahwa Yesus akan singgah dirumahnya, Zakheus sangat senang. Sukacita luar biasa yang ia rasakan sehingga sebagai bukti sukacitanya, ia akan membagikan setengah hartanya kepada kaum miskin dan mengembalikan 4 kali lipat uang-uang orang yang telah di zarahnya selama ini.
Sebagai orang Kristen tentunya kisah Zakheus sangatlah menarik untuk kita hidupi. Kita kita melihat keadaan saat ini, kebanyakan orang susah untuk berjumpa kepada Yesus(melalui peribadahan), keinginan untuk bersekutu dengan Tuhan semakin hari semakin kecil, manusia disibukkan dengan hal-hal duniawi(pekerjaan).

KEMERDEKAAN IMAN VS POLA HIDUP YANG MEMENJARAKAN, Pola hidup umat manusia seakan-akan memenjarakan iman dan kepercayaannya kepada Tuhan. Kendala bagi orang-orang yang ingin kembali kepada Tuhan, merasa dirinya tidak layak lagi menghadap Tuhan, sehingga dia larut dalam hidup penuh dosa. Kita seakan-akan membatasi kasih karunia Tuhan kepada kita umatnya, kita mengukur kasih karunia Allah dengan pikiran kita sendiri. Sebagaimana Zakheus memberikan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan dan meninggalkan pola hidup yang membuat dia jauh dari Tuhan. Buah dari kepercayaannya akan Yesus diwujudnyatakannya dalam bentuk pertobatan(penyerahan diri) secara totalitas, tidak dengan setengah hati. Demikian juga dengan kita kader-kader GMKI, kita mengaku bahwa kita mengenal dan hidup dalam Tuhan, namun apakah sudah secara totalitas atau masih setengah-setengah?
Diskusi:
a.       Sebagai kader GMKI, apa dapat kita lakukan pada saat ini agar dapat berjumpa dengan Tuhan?
b.      Melalui nats tersebut, apa yang dapat kita refleksikan dalam kehidupan kita ber-GMKI?

III.             Kesimpulan
Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus merupakan hak semua orang yang percaya kepadaNya. Orang yang berpengharapan dan berkeinginan hidup dalam Kasih Karunia dan menyerahkan dirinya kapada Tuhan, akan menerima kasih karunia tersebut. Yesus datang kedunia adalah untuk menyelamatkan orang yang berdosa. Keinginan kita untuk berjumpa dengan Tuhan, cara kita bertemu dengan Tuhan, penerimaan kita, tentunya hal ini akan terlihat dari pola hidup kita yang hidup dalam TUHAN.
“Tabib ada untuk menyembuhkan orang sakit, bukan untuk menyembuhkan orang sehat”

6.    Bernyanyi              : KJ. No. 39:1
7.    Doa Syafaat          :
8.    Bernyanyi              : KJ. No 57:1-2
9.    Doa Penutup
Tinggi Iman,
Tinggi Ilmu,
Tinggi pengabdian,
UT OMNES UNUM SINT,
 SYALOM….
TUHAN MEMBERKATI..!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar