Jumat, 31 Maret 2017

Khotbah "Mazmur 98:1-9"


Sukacita Atas Keselamatan
Mazmur 98:1-9
Banyak hal di dalam hidup kita yang dapat membuat kita bahagia dan bersukacita sehingga kita mengucap syukur kepada Tuhan dan memuji Dia. Namun tidak sedikit juga orang yang lupa untuk mengucap syukur dengan apa yang diterimanya di dalam hidupnya. Apakah kita hanya akan mengucap syukur ketika kita dalam keadaan sukacita saja?
Ada seorang ibu memiliki dua orang anak yang masih duduk dibangku sekolah, si ibu berjanji kepada anaknya, ia akan memberikan hadiah apabila anak-anaknya tersebut mendapatkan nilai yang bagus di sekolah. Pada suatu ketika anak-anaknya pun mendapatkan nilai yang bagus di sekolahnya dan memberitahukan hal tersebut kepada sang ibu dan meminta hadiah seperti yang telah dijanjikan oleh ibunya tersebut. Lalu ibu tersebut menjawab: “nanti ibu berikan”, akan tetapi sampai beberapa hari ke depan, hadiah tersebut tidak didapatkan oleh si anak. Hal ini membuat anak-anak bertanya-tanya kenapa ibunya tidak memberikan hadiah yang telah dijanjikannya. Anak pertama tetap menanti hadiah tersebut dan tetap semangat di sekolah sementara anak kedua menjadi tidak semangat lagi untuk belajar, karena janji yang tidak ditepati oleh ibunya tersebut.
 Saudara-saudari melalui ilustrasi tersebut ada dua karakter yang dapat kita lihat yaitu anak pertama yang tetap setia menanti hadiah yang telah dijanjikan dan anak kedua tidak mau menantikan hadiah lagi.
Di dalam nats pada saat ini  dijelaskan bagaimana Allah menjanjikan keselamatan kepada umat manusia yang percaya serta setia menantikan keselamatan tersebut. Bagaimana bangsa Israel menyambut keselamatan yang telah dijanjikan itu, bahwa Allah akan menggenapi janji itu sehingga bangsa Israel bersukacita, bersorak-sorai bernyanyi mengumandangkan pujian syukurnya kepada Allah. Selanjutnya yang akan kita lihat adalah bagaimana Allah membebaskan umat Israel dari tanah Mesir membutuhkan waktu yang sangat panjang dan menguji kesabaran umat Israel pada saat itu.
Demikian pulalah halnya dengan umat Kristen pada saat ini, Kedatangan Yesus Kristus, untuk menyelamatkan kita umat yang percaya tentunya membutuhkan waktu yang lama dan proses yang panjang. Bagaimanakah kita dalam masa penantian itu? Apakah kita sabar menanti atau kita memilih untuk berhenti. Kedatangan Yesus merupakan sebuah hadiah bagi orang-orang yang percaya dan setia menantikan  waktu itu. Dalam proses penantian yang lama itu tentunya banyak tantangan yang kita hadapi, sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapi tantangan tersebut, apakah kita mampu untuk menghadapinya atau sebaliknya tantangan tersebut yang mengalahkan kita. Tentunya ketika berhasil menghadapi tantangan tersebut, ada rasa sukacita yang besar dalam hati kita. Sukacita inilah yang akan kita tunjukkan dalam memuji Tuhan atas hadiah keselamatan yang kita terima.
Pada saat seseorang memuji Tuhan, tentunya ada banyak alasan mengapa kita melakukan hal tersebut. Seperti ketika kita bisa hidup, bernafas, dapat bekerja dan lain sebagainya. Ketika kita memuji Tuhan juga pasti banyak cara yang berbeda-beda, ada sebagian dari orang yang memuji Tuhan dengan bernyanyi, berdoa, bersukacita melakukan pekerjaannya dan lain sebagainya yang mungkin kita lakukan sebagai wujud kita dalam memuji Tuhan.
Oleh karena itulah saudara-saudari, melalui nats ini kita diajak untuk memuji Tuhan atas keselamatan yang kita dapatkan melalui Yesus Kristus. Bagaimana kita menghayati keselamatan tersebut yang kita dapatkan hanya semata-mata anugerah Tuhan kepada kita bukan karena kemampuan kita?
Baiklah keselamatan yang kita perolah itu dapat dirasakan oleh orang lain dan seluruh ciptaan. Penerimaan akan Yesus Kristus sebagai Juruselamat terlihat dari pola hidup kita yang berubah kepada hidup yang baru. Sebagai orang yang telah menerima keselamatan tersebut, sudah sepantasnya kita menyampaikan ucapan syukur melalui pujian, karya kita dalam hidup kita sehari-hari sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan.
Amin..
Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar