Sukacita Atas Keselamatan
Mazmur 98:1-9
Banyak
hal di dalam hidup kita yang dapat membuat kita bahagia dan bersukacita
sehingga kita mengucap syukur kepada Tuhan dan memuji Dia. Namun tidak sedikit
juga orang yang lupa untuk mengucap syukur dengan apa yang diterimanya di dalam
hidupnya. Apakah kita hanya akan mengucap syukur ketika kita dalam keadaan
sukacita saja?
Ada
seorang ibu memiliki dua orang anak yang masih duduk dibangku sekolah, si ibu
berjanji kepada anaknya, ia akan memberikan hadiah apabila anak-anaknya
tersebut mendapatkan nilai yang bagus di sekolah. Pada suatu ketika anak-anaknya
pun mendapatkan nilai yang bagus di sekolahnya dan memberitahukan hal tersebut
kepada sang ibu dan meminta hadiah seperti yang telah dijanjikan oleh ibunya
tersebut. Lalu ibu tersebut menjawab: “nanti ibu berikan”, akan tetapi sampai
beberapa hari ke depan, hadiah tersebut tidak didapatkan oleh si anak. Hal ini
membuat anak-anak bertanya-tanya kenapa ibunya tidak memberikan hadiah yang
telah dijanjikannya. Anak pertama tetap menanti hadiah tersebut dan tetap
semangat di sekolah sementara anak kedua menjadi tidak semangat lagi untuk
belajar, karena janji yang tidak ditepati oleh ibunya tersebut.
Saudara-saudari
melalui ilustrasi tersebut ada dua karakter yang dapat kita lihat yaitu anak
pertama yang tetap setia menanti hadiah yang telah dijanjikan dan anak kedua
tidak mau menantikan hadiah lagi.
Di
dalam nats pada saat ini dijelaskan
bagaimana Allah menjanjikan keselamatan kepada umat manusia yang percaya serta
setia menantikan keselamatan tersebut. Bagaimana bangsa Israel menyambut
keselamatan yang telah dijanjikan itu, bahwa Allah akan menggenapi janji itu
sehingga bangsa Israel bersukacita, bersorak-sorai bernyanyi mengumandangkan
pujian syukurnya kepada Allah. Selanjutnya yang akan kita lihat adalah
bagaimana Allah membebaskan umat Israel dari tanah Mesir membutuhkan waktu yang
sangat panjang dan menguji kesabaran umat Israel pada saat itu.
Demikian
pulalah halnya dengan umat Kristen pada saat ini, Kedatangan Yesus Kristus, untuk
menyelamatkan kita umat yang percaya tentunya membutuhkan waktu yang lama dan
proses yang panjang. Bagaimanakah kita dalam masa penantian itu? Apakah kita
sabar menanti atau kita memilih untuk berhenti. Kedatangan Yesus merupakan
sebuah hadiah bagi orang-orang yang percaya dan setia menantikan waktu itu. Dalam proses penantian yang lama
itu tentunya banyak tantangan yang kita hadapi, sekarang yang terpenting adalah
bagaimana kita menghadapi tantangan tersebut, apakah kita mampu untuk
menghadapinya atau sebaliknya tantangan tersebut yang mengalahkan kita. Tentunya
ketika berhasil menghadapi tantangan tersebut, ada rasa sukacita yang besar
dalam hati kita. Sukacita inilah yang akan kita tunjukkan dalam memuji Tuhan
atas hadiah keselamatan yang kita terima.
Pada
saat seseorang memuji Tuhan, tentunya ada banyak alasan mengapa kita melakukan
hal tersebut. Seperti ketika kita bisa hidup, bernafas, dapat bekerja dan lain
sebagainya. Ketika kita memuji Tuhan juga pasti banyak cara yang berbeda-beda,
ada sebagian dari orang yang memuji Tuhan dengan bernyanyi, berdoa, bersukacita
melakukan pekerjaannya dan lain sebagainya yang mungkin kita lakukan sebagai
wujud kita dalam memuji Tuhan.
Oleh
karena itulah saudara-saudari, melalui nats ini kita diajak untuk memuji Tuhan
atas keselamatan yang kita dapatkan melalui Yesus Kristus. Bagaimana kita
menghayati keselamatan tersebut yang kita dapatkan hanya semata-mata anugerah
Tuhan kepada kita bukan karena kemampuan kita?
Baiklah
keselamatan yang kita perolah itu dapat dirasakan oleh orang lain dan seluruh
ciptaan. Penerimaan akan Yesus Kristus sebagai Juruselamat terlihat dari pola
hidup kita yang berubah kepada hidup yang baru. Sebagai orang yang telah
menerima keselamatan tersebut, sudah sepantasnya kita menyampaikan ucapan
syukur melalui pujian, karya kita dalam hidup kita sehari-hari sehingga nama
Tuhan semakin dipermuliakan.
Amin..
Tuhan Memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar