Pembangunan Danau Toba Atau
Membangun di Danau Toba?
Akhir-akhir
ini pemerintah baik pusat ataupun daerah sedang gencar-gencar pengembangan
Danau Toba sebagai destinasi pariwisata, dengan tujuan Danau Toba semakin
diminati oleh turis-turis mancanegara ataupun domestik sehingga menambah pendapatan daerah dari
sektor pariwisata. Tidak tanggung-tangung pemerintah mengeluarkan biaya yang
cukup besar untuk pengembangan Danau Toba. Tentunya hal ini memiliki dampak
positif ataupun negatif. Dalam rangka pengembangan Danau Toba tersebut,
pemerintah berencana akan membangun Tol agar akses menuju Danau Toba semakin
muda dan pengembangan bandara-bandara seperti bandara silangit dan bandara
sibisa. Disamping hal tersebut akan banyaknya pembangunan yang akan terjadi di
sekitaran Danau Toba seperti, Hotel, Mall, Restoran, dan gedung-gedung lainnya
yang mendukung pengembangan Danau Toba tersebut. Sehingga terlihat yang
dilakukan adalah pembangunan di Danau Toba,
hal ini tentunya akan sangat berdampak bagi keadaan lingkungan di
sekitaran Danau Toba.
Ada
beberapa hal yang penting harus disoroti dari pengembangan Danau Toba yang di
canangkan pada saat ini, seperti:
- Pembangunan untuk siapa?
Pengembangan
Danau Toba terlihat mementingkan para elite-elite penguasa (pemodal) yang akan
menguasai perekonomian di danau toba,
sehingga menjadi korban adalah usaha-usaha kecil warga sekitar yang mengais
rezeki dari Danau Toba.
- Masihol Tu Bona Pasogit
Tidak
bisa dipungkiri bahwa begitu banyak orang batak yang pergi merantau, dan pastinya sebahagian besar akan merindukan
suasana di kampung halaman. Mereka memberikan waktu untuk keluar dari
hiruk-pikuk dan keramaian kota. Mereka merindukan kampung halaman karena udara
yang sejuk, hening, nyaman. Namun setelah terjadi pembangunan di bona pasogit(kampung halaman), tidak ada
bedanya lagi dengan kehidupan di kota-kota, karena dalam hitungan detik bona
pasogit akan menjadi sepeti kota metropolitan. Suasana yang dirindukan oleh
orang-orang di kampung halaman tidak akan ditemukan lagi, pemandangan alam akan
berubah menjadi gedung-gedung yang megah dan besar. Hal inilah nantinya
menyebabkan orang-orang yang merantau (pangaranto)
menjadi malas pulang ke kampung halamannya.
- Kerusakan Lingkungan
Pembangunan
di sekitar Danau Toba tentunya akan berdampak bagi kelestarian lingkungan.
Pembangunan gedung-gedung akan menggunakan lahan-lahan kosong, dan pembangunan
hotel-hotel akan menyebabkan pencemaran air Danau Toba, karena limbah-limbah
dari hotel akan dibuang langsung ke Danau. Kemudian akan semakin banyak
kapal-kapal mengiasi Danau Toba untuk memenuhi kebutuhan para turis dan
wisatawan, tentunya hal ini turut merusak atau mencemari air Danau, disebabkan
dari mesin kapal-kapal tersebut. Lagi-lagi yang akan menjadi korban ialah warga
sekitar yang memanfaatkan air Danau Toba untuk kebutuhan hidupnya.
Pengembangan Danau Toba menjadi
destinasi wisata kiranya memperhatikan kehidupan penduduk asli sekitaran Danau
Toba dan kelestarian lingkungan yang ada. Danau Toba dengan keindahannya
disebabkan oleh masih aslinya kawasan Danau Toba, namun ketika terjadi
pembangunan tidak menutup kemungkinan keindahan Danau Toba yang selama ini
menjadi faktor penarik bagi kalangan wisatawan akan berkurang bahkan tidak
menutup kemungkinan akan hilang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar