Kamis, 06 April 2017

Danau Toba Destinasi Wisata



Pembangunan Danau Toba Atau Membangun di Danau Toba?
Akhir-akhir ini pemerintah baik pusat ataupun daerah sedang gencar-gencar pengembangan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata, dengan tujuan Danau Toba semakin diminati oleh turis-turis mancanegara ataupun domestik  sehingga menambah pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Tidak tanggung-tangung pemerintah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk pengembangan Danau Toba. Tentunya hal ini memiliki dampak positif ataupun negatif. Dalam rangka pengembangan Danau Toba tersebut, pemerintah berencana akan membangun Tol agar akses menuju Danau Toba semakin muda dan pengembangan bandara-bandara seperti bandara silangit dan bandara sibisa. Disamping hal tersebut akan banyaknya pembangunan yang akan terjadi di sekitaran Danau Toba seperti, Hotel, Mall, Restoran, dan gedung-gedung lainnya yang mendukung pengembangan Danau Toba tersebut. Sehingga terlihat yang dilakukan adalah pembangunan di Danau Toba,  hal ini tentunya akan sangat berdampak bagi keadaan lingkungan di sekitaran Danau Toba.
Ada beberapa hal yang penting harus disoroti dari pengembangan Danau Toba yang di canangkan pada saat ini, seperti:
  1. Pembangunan untuk siapa?
Pengembangan Danau Toba terlihat mementingkan para elite-elite penguasa (pemodal) yang akan menguasai perekonomian  di danau toba, sehingga menjadi korban adalah usaha-usaha kecil warga sekitar yang mengais rezeki dari Danau Toba.

  1. Masihol Tu Bona Pasogit
Tidak bisa dipungkiri bahwa begitu banyak orang batak yang pergi merantau, dan  pastinya sebahagian besar akan merindukan suasana di kampung halaman. Mereka memberikan waktu untuk keluar dari hiruk-pikuk dan keramaian kota. Mereka merindukan kampung halaman karena udara yang sejuk, hening, nyaman. Namun setelah terjadi pembangunan di bona pasogit(kampung halaman), tidak ada bedanya lagi dengan kehidupan di kota-kota, karena dalam hitungan detik bona pasogit akan menjadi sepeti kota metropolitan. Suasana yang dirindukan oleh orang-orang di kampung halaman tidak akan ditemukan lagi, pemandangan alam akan berubah menjadi gedung-gedung yang megah dan besar. Hal inilah nantinya menyebabkan orang-orang yang merantau (pangaranto) menjadi malas pulang ke kampung halamannya.

  1. Kerusakan Lingkungan
Pembangunan di sekitar Danau Toba tentunya akan berdampak bagi kelestarian lingkungan. Pembangunan gedung-gedung akan menggunakan lahan-lahan kosong, dan pembangunan hotel-hotel akan menyebabkan pencemaran air Danau Toba, karena limbah-limbah dari hotel akan dibuang langsung ke Danau. Kemudian akan semakin banyak kapal-kapal mengiasi Danau Toba untuk memenuhi kebutuhan para turis dan wisatawan, tentunya hal ini turut merusak atau mencemari air Danau, disebabkan dari mesin kapal-kapal tersebut. Lagi-lagi yang akan menjadi korban ialah warga sekitar yang memanfaatkan air Danau Toba untuk kebutuhan hidupnya.

            Pengembangan Danau Toba menjadi destinasi wisata kiranya memperhatikan kehidupan penduduk asli sekitaran Danau Toba dan kelestarian lingkungan yang ada. Danau Toba dengan keindahannya disebabkan oleh masih aslinya kawasan Danau Toba, namun ketika terjadi pembangunan tidak menutup kemungkinan keindahan Danau Toba yang selama ini menjadi faktor penarik bagi kalangan wisatawan akan berkurang bahkan tidak menutup kemungkinan akan hilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar