Sejarah
terbentuknya Seksi Pemuda di HKBP
Sejarah
terbentuknya seksi pemuda atau yang sering dikenal dengan sebutan Naposo Huria
Kristen Batak Protestan (NHKBP) tentunya memiliki proses yang panjang hingga
pada saat ini, yang mana seksi pemuda ini terbentuk untuk menjawab kebutuhan Gereja
dalam menanggapi perkembangan zaman yang terjadi sehingga dalam Konferensi
Pemuda Batak pada tanggal 24 Mei 1926 di Sipoholon Tarutung, diusulkan agar
HKBP meminta seorang Jeugdleider (Pendeta khusus pemuda) dari Barmen.[1]
Usul tersebut disampaikan dalam Sinode Godang HKBP tahun 1927 sehingga HKBP
meminta seorang tenaga khusus dari Rheinishe Mission Gesellschaft (RMG) yang
kemudian mengutus Dr. Ernst Verwiebe yaitu seorang pendeta yang mempunyai
keahlian di bidang kepemudaan. Disinilah awal dimulainya pelayanan khusus
kepada pemuda.[2]
Sehinga pada bulan Juni tahun 1927 pemuda melakukan kegiatan yang dipimpin oleh Pdt. Dr.
E. Verwiebe.[3]
Sebelum menjadi NHKBP, awalnya perkumpulan pemuda bernama Naposo Kristen Batak
(NKB) yang dibentuk pada tahun 1932.
Namun
NKB hanya berjalan beberapa tahun disebabkan kedudukan jepang di Indonesia yang
berupaya membubarkan segala bentuk-bentuk kesatuan masyarakat pribumi. Setelah
kedudukan Jepang berakhir di Indonesia,
upaya menghidupkan kembali NKB muncul sehingga di Sinode Godang tahun 1948,
yang mana muncul ide mengangkat pendeta khusus menangani pemuda dari pendeta
HKBP dan menjadikan NKB dalam satu seksi dalam pelayanan HKBP sehingga untuk
merealisasikan usul ini, maka diadakanlah Konferensi NHKBP pertama yaitu
tanggal 23-26 Juni 1952 yang memutuskan berdirinya badan NHKBP yang di sahkan
pada Sinode Godang tanggal 26-28 November 1952.[4]
[1]
Departemen NHKBP, Panggilan Untuk Berbuah,
Buku kenangan jubileum 50 Tahun NHKBP (Pearaja Tarutung: Kantor Pusat,
1977), 12.
[2]
Departemen NHKBP, Panggilan Untuk
Berbuah, Buku kenangan jubileum 50 Tahun NHKBP, 34.
[3]
HKBP, “Angka Taon Siingoton” dalam Almanak
HKBP 2005, (Pematangsiantar: Percetakan HKBP,2005), 541.
[4]
Departemen NHKBP, Panggilan Untuk
Berbuah, Buku kenangan jubileum 50 Tahun NHKBP, 34-35.


